Membuat Struktur Organisasi Sekolah

Struktur organisasi sangat penting dalam setiap organisasi termasuk sekolah. Struktur organisasi yang baik dapat membantu sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan seperti yang tercantum dalam visi dan misi-nya. Dari struktur organisasi tersebut nantinya dapat disusun job description masing-masing bidang. Menurut Haryatmoko 2020, struktur organisasi harus memungkinkan untuk membangun kerja sama, menjawab tuntutan keterampilan baru, dan mengubah dari struktur hierarkis ke jaringan yang mudah berubah bentuk dengan fasilitas serba teknologi digital dan IoT. Menurutnya struktur organisasi harus lebih fleksibel mengingat perubahan jaman dan teknologi yang sangat cepat, model struktur organisasi hierarkis dipandang sudah tidak relevan lagi. Struktur hierarkis merupakan struktur yang berjenjang dari jabatan paling bawah hingga paling tinggi, terdapat tingkatan jabatan yang mesti dilalui agar sampai pada puncak pengambil keputusan tertinggi. Terkadang hal ini memerlukan waktu yang lama, maka dengan model jaringan maka, pengendali puncak dapat langsung memantau ujung paling bawah seperti halnya ujung pada jaring ikan. Struktur hierarkis banyak digunakan oleh organisasi saat ini, namun terdapat tuntutan agar lebih fleksibel dalam bergerak seperti halnya jaring ikan dan tidak kaku lagi.

Biasanya setelah rencana strategis (renstra) disahkan maka diperlukan struktur organisasi untuk mengerjakan renstra tersebut. Kebanyakan organisasi telah memiliki struktur, maka langkah yang tepat adalah melihat kembali struktur organisasi yang ada. Apakah struktur organisasi yang ada mampu menjawab renstra yang telah disusun atau belum, apabila belum maka perlu dirumuskan struktur organisasi yang baru. Struktur organisasi yang baik dapat mengakomodasi bidang-bidang yang terdapat dalam renstra. Berikut contoh struktur organisasi sesuai bidang pada tulisan sebelumnya yang berjudul “Proses Membuat Rencana Strategis (Renstra) Dan Rencana Kerja Tahunan Sekolah”. Dalam tulisan tersebut terdapat delapan bidang dalam renstra yaitu bidang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses/Pembelajaran, Standar Penilaian Pembelajaran, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan Manajemen, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Sumber dan Penggunaan Dana.

Berikut contoh struktur organisasi sekolah swasta yang cocok untuk menjawab kebutuhan bidang-bidang yang terdapat dalam renstra di atas:

Person In Charge (PIC) delapan bidang menurut renstra dapat dibagai sebagai berikut:

  1. Bidang Standar Kompetensi Lulusan oleh WK III Kesiswaan.
  2. Bidang Standar Isi, Standar Proses/Pembelajaran, Standar Penilaian Pembelajaran oleh WK I Kurikulum
  3. Bidang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan oleh Kabag Sumber Daya Manusia (SDM).
  4. Bidang Standar Pengelolaan Manajemen oleh Kabag Penjaminan Mutu.
  5. Bidang Standar Sarana dan Prasarana oleh Kabag Sarana Dan Prasarana.
  6. Standar Sumber dan Penggunaan Dana oleh Kabag Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan.

Setelah struktur organisasi jadi maka langkah selanjutnya adalah membuat job description dari masing-masing bidang yang terdapat dalam struktur. Penyusunan Job description diawali dengan melakukan job analysis terlebih dahulu. Untuk penyusunan job analysis dan pembuatan job description kami jelaskan pada tulisan-tulisan berikutnya.


Tinggalkan komentar