1. Melaksanakan Rencana Strategis
Menurut Allison (2005), langkah selanjutnya setelah penulisan rencana strategis adalah melaksanakan rencana strategis (renstra). Untuk menghubungkan antara pemikiran strategis yang tercantum dalam rencana strategis dengan pekerjaan sehari-hari maka dibutuhkan rencana operasinal dan anggaran/Rencana Kerja Tahunan (RKT). RKT dibuat setiap tahun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya. RKT sebaiknya disusun berdasarkan riset internal dan eksternal yang mendalam. Riset dapat melibatkan guru dan karyawan yang kompeten dibidangnya, dengan riset diharapkan program yang muncul lebih mendalam dan dapat membantu menyelesaikan tantangan yang dihadapi sekolah.
Setelah program renstra selesai, sebelum menunjuk para PIC sebaiknya struktur organisasi harus ada terlebih dahulu. Struktur organisasi dibuat sebagai alat untuk melaksanakan program renstra yang dibuat, dengan demikian kualifikasi PIC yang dibutuhkan akan terlihat. Setelah dibuat struktur organisasi langkah selanjutnya adalah membuat job description, berdasarkan job description tersebut maka dapat ditentukan kualifikasi para PIC yang dibutuhkan. Agar program yang telah dibuat dapat dilaksanakan dengan baik maka harus didukung oleh PIC yang mempunyai kompetensi dan komitmen yang tinggi.
2. Memantau dan Mengevaluasi
Tahap terakhir dalam penyusunan perencanaan strategis menurut Allison (2005) adalah memantau dan mengevaluasi, tahap ini penting dilakukan untuk memantau pelaksanaan rencana strategis yang telah dibuat. Monitoring dan evaluasi (monev) diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan dan tidak keluar dari rel yang telah ditentukan, sehingga ketika terjadi hambatan dan penyimpangan dapat segera diatasi dan dikembalikan kepada jalurnya. Idealnya setiap tahun dilakukan tiga kali monev, untuk periode tahun ajaran Juli-Juni sebaiknya monev pertama dilakukan di awal semester untuk memonitor kendala-kendala yang mungkin muncul sebagai penghambat pelaksanaan program-program yang telah disusun, monev kedua di akhir semester satu dilakukan pada bulan Januari-Februari untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program selama satu semester dan monev ketiga atau monev akhir yang dilakukan pada bulan April. Hasil monev akhir ini yang akan dijadikan dasar untuk penyusunan program tahun berikutnya. Tim monev dapat dibentuk dari guru atau karyawan yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam manajemen strategis. Selain melakukan monev yang tidak boleh dilupakan adalah para pimpinan wajib melakukan kontroling terhadap pelaksanaan program yang dilakukan oleh para PIC. Pempinan dapat mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan hasil monev apabila terdapat hambatan dan juga antisipasi terhadap perubahan lingkungan.
3. Contoh Monitoring dan Evaluasi (Monev)
| 5. | Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan | 1. Menyusun dokomen pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan. 2. Mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah. |
Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Bidang Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (SDM) yang diambil dari tulisan sebelumnya: “Proses Membuat Rencana Strategis (Renstra) Dan Rencana Kerja Tahunan Sekolah”. Memasuki awal tahun ajaran sekitar bulan Juli/Agustus perlu dilakukan monev awal. Monev awal diperlukan untuk memonitor kendala-kendala yang mungkin muncul sebagai penghambat pelaksanaan program-program yang telah disusun. Dari contoh RKT di atas misalnya dalam program “menyusun dokumen pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan”, program ini PIC-nya adalah Bagian SDM. Pada program tersebut ditemukan adanya kemungkinan hambatan yang muncul, misalnya seperti kuranganya SDM yang mempunyai kompetensi dalam mengerjakan program tersebut. Tim monev dapat memberi solusi misalnya mencari tenaga ahli untuk menjadi supervisor. Sedangkan monev tengah tahun/akhir semester pertama dapat dilakukan sekitar bulan Januari. Masih dengan contoh di atas, misalnya program masih belum berjalan sesuai rencana walaupun sudah melibatkan tenaga ahli, tim monev dapat meneliti apa penyebabnya. Misalnya ditemukan penyebabnya adalah banyaknya beban kerja para PIC, tim monev dapat mengusulkan menambah tim atau mengusulkan kepada pimpinan untuk mengurangi program lain yang kurang mendesak. Monev akhir dilakukan sekitar bulan April atau dua bulan sebelum akhir tahun ajaran. Monev akhir dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), FGD dapat mengundang pihak lain di luar PIC, misalnya pimpinan sekolah, pengurus Yayasan atau pegawai lainnya. Hasil monev akhir akan dijadikan rekomendasi dalam penyusunan program tahun berikutnya. Rekomendasi yang diberikan tim monev apabila program belum selesai berupa program diulang tahun ajaran depan dengan catatan saran misalnya pengurangan beban para PIC pada tugas lainnya. Demikian ulasan singkat mengenai bagaimana melaksanakan program yang telah dibuat dan evaluasinya, semoga bermanfaat.