Contoh Analisis SWOT Sekolah X

SWOT adalah akronim untuk Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats dari suatu organisasi. Analisis SWOT mengharuskan para manajer strategis untuk menemukan kesesuaian strategis antara kekuatan dan kelemahan internal (Internal Factor Evaluation) serta peluang dan ancaman eksternal (External Factor Evaluation). Analisis ini juga harus mengidentifikasi kompetensi langka organisasi, yaitu keahlian dan sumber-sumber tertentu yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Kompetensi langka organisasi secara tepat akan mencerminkan keunggulan kompetitif yang dimiliki. Berikut ini hasil analisis SWOT pada SMA X.

1. Kekuatan

NoKekuatan
1Pendaftar yang diterima dalam 5 tahun terakhir relatif stabil dengan perbandingan diatas 2:1
2Penjaminan mutu
3Sistem keuangan
4Kegiatan ekstrakurikuler siswa
5Kesejahteraan pegawai
Tabel 1 Dimensi Kekuatan

2. Kelemahan

NoKelemahan
1Pelaporan pelaksanaan kegiatan
2Inventarisasi aset
3Pengembangan SDM
4Strategi pemasaran
5Sistem informasi manajemen
Tabel 2 Dimensi Kelemahan

3. Peluang

NoPeluang
1Kurikulum “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh pemerintah
2Paguyuban alumni yang kuat
3Mempunyai asosiasi sekolah yang anggotanya di seluruh Indonesia
4Lokasi sekolah yang strategis
5Berkembangnya teknologi telekonferensi
Tabel 3 Dimensi Peluang

4. Ancaman

NoAncaman
1Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakat
2Dibukanya sekolah baru setingkat SMA dengan model pembelajaran yang sama
3Munculnya sekolah-sekolah berasrama
4Perubahan lingkungan sosial di sekitar SMA X
5Kebijakan zonasi oleh pemerintah untuk sekolah negeri
Tabel 4 Dimensi Ancaman

A. Tahapan Analisis SWOT

1. Tatacara Pembobotan

Bobot menunjukkan tingkat kepentingan relatif suatu faktor terhadap keberhasilan usaha dalam suatu perusahaan atau organisasi. Bobot tiap faktor diperoleh dengan menentukan nilai tiap faktor terhadap total nilai faktor. Bobot yang diberikan berada pada kisaran 0,000 (tidak penting) hingga 1,000 (paling penting). Faktor-faktor yang memiliki pengaruh besar pada organisasi diberikan bobot yang tinggi. Jumlah seluruh bobot yang diberikan harus sama dengan 1,000. Bobot setiap variabel diperoleh dengan membagi total nilai setiap variabel terhadap total nilai keseluruhan variabel. Rumusnya sebagai berikut. ai = Xi ∑Xi Penentuan bobot pada setiap variabel digunakan skala 1,2,3. Penilaian untuk setiap skala dapat dijelaskan sebagai berikut: 1 = jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal 2 = jika indikator horizontal sama penting dengan indikator vertikal 3 = jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal Table 1 format tabel dalam pemberian bobot Faktor Internal/Esternal A B C … Total Bobot A B C … Total keseluruhan variabel 1,000 Keterangan : ai = Bobot variabel i Xi = Total variabel i i = ke A,B,C,…

Contoh menghitung pembobotan dengan key person: Kepala Sekolah

Keterangan Faktor Internal

2. Tahap Pembobotan

NoFaktor InternalKepsekKa. KantorKa. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Pendaftar yang diterima dalam 5 tahun terakhir relatif stabil dengan perbandingan diatas 2:10.0940.0610.0870.1170.090
2Penjaminan mutu0.1110.1120.1090.1000.108
3Sistem keuangan0.0890.0730.1030.0890.088
4Kegiatan ekstrakurikuler siswa0.1060.0840.0870.0940.093
5Kesejahteraan pegawai0.1000.0840.0820.0830.087
6Pelaporan pelaksanaan kegiatan0.1170.1280.1200.1280.123
7Inventarisasi aset0.1110.1280.1140.1170.118
8Pengembangan SDM0.0830.0730.0820.0720.077
9Strategi pemasaran0.0940.1400.1200.1000.113
10Sistem informasi manajemen0.0940.1170.0980.1000.102
 Jumlah    1,000
Tabel 5 Tahap Pembobotan Faktor Internal
NoFaktor EksternalKepsekKa. kantorKa. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Kurikulum “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh pemerintah0.0660.1060.0780.0740.081
2Paguyuban alumni yang kuat0.0660.1340.0780.0800.090
3Mempunyai asosiasi sekolah yang anggotanya di seluruh Indonesia0.0830.1280.0780.0800.092
4Lokasi sekolah yang strategis0.1220.0730.1230.1120.107
5Berkembangnya teknologi telekonferensi0.1100.1060.1010.1060.106
6Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakat0.0880.0840.0840.0800.084
7Dibukanya sekolah baru setingkat SMA dengan model pembelajaran yang sama0.1050.1280.1230.1170.118
8Munculnya sekolah-sekolah berasrama0.1160.0560.1280.1120.103
9Perubahan lingkungan sosial di sekitar SMA X0.1100.0780.1010.1170.102
10Kebijakan zonasi oleh pemerintah untuk sekolah negeri0.1330.1060.1060.1220.117
 Jumlah    1,000
Tabel 6 Tahap Pembobotan Faktor Eksternal

3. Tahap Pemeringkatan

a. Kekuatan

NoKekuatanKepsekKep YYSKA. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Pendaftar yang diterima dalam 5 tahun terakhir relatif stabil dengan perbandingan diatas 2:144433.75
2Penjaminan mutu43343.50
3Sistem keuangan44343.75
4Kegiatan ekstrakurikuler siswa43433.50
5Kesejahteraan pegawai33343.25
Tabel 7 Tahap Pemeringkatan (Kekuatan)

b. Kelemahan

NoKelemahanKepsekKa. YYSKa. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Pelaporan pelaksanaan kegiatan32322.50
2Inventarisasi aset22222.00
3Pengembangan SDM11111.00
4Strategi pemasaran22322.25
5Sistem informasi manajemen42122.25
Tabel 8 Tahap Pemeringkatan (Kelemahan)

c. Peluang

NoPeluangKepsekKa. YYSKa. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Kurikulum “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh pemerintah43433.50
2Paguyuban alumni yang kuat43443.75
3Mempunyai asosiasi sekolah yang anggotanya di seluruh Indonesia43333.25
4Lokasi sekolah yang strategis24132.50
5Berkembangnya teknologi telekonferensi34333.25
Tabel 9 Tahap Pemeringkatan (Peluang)

d. Ancaman

NoAncamanKepsekKep YYSKA. Tata UsahaKetua PengurusJml
1Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakat22232.25
2Dibukanya sekolah baru setingkat SMA dengan model pembelajaran yang sama23422.75
3Munculnya sekolah-sekolah berasrama32322.50
4Perubahan lingkungan sosial di sekitar SMA X31222.00
5Kebijakan zonasi oleh pemerintah untuk sekolah negeri42333.00
Tabel 10 Tahap Pemeringkatan (Ancaman)

4. Hasil Matrik Internal Factor Evaluation (IFE)

NoKekuatanBobotPeringkatNilai
1Pendaftar yang diterima dalam 5 tahun terakhir relatif stabil dengan perbandingan diatas 2:10.093.750.337
2Penjaminan mutu0.113.500.378
3Sistem keuangan0.093.750.332
4Kegiatan ekstrakurikuler siswa0.093.500.324
5Kesejahteraan pegawai0.093.250.283
 Total nilai Kekuatan  1.654
No.KelemahanBobotPeringkatNilai
6Pelaporan pelaksanaan kegiatan0.122.500.308
7Inventarisasi aset0.122.000.235
8Pengembangan SDM0.081.000.077
9Strategi pemasaran0.112.250.255
10Sistem informasi manajemen0.102.250.230
 Total Nilai kelemahan  1.106
 Total Nilai Kekuatan dan Kelemahan1.00 2.760
Tabel 11 Hasil Matrik Internal Factor Evaluation (IFE)

5. Hasil Matrik External Factor Evaluation

NoPeluangBobotPeringkatNilai
1Kurikulum “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh pemerintah0.113.500.372
2Paguyuban alumni yang kuat0.133.750.503
3Mempunyai asosiasi sekolah yang anggotanya di seluruh Indonesia0.133.250.418
4Lokasi sekolah yang strategis0.072.500.182
5Berkembangnya teknologi telekonferensi0.113.250.345
 Total Nilai Peluang  1.818
NoAncamanBobotPeringkatNilai
1Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakat0.082.250.189
2Dibukanya sekolah baru setingkat SMA dengan model pembelajaran yang sama0.132.750.353
3Munculnya sekolah-sekolah berasrama0.062.500.140
4Perubahan lingkungan sosial di sekitar SMA X0.082.000.156
5Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakat0.113.000.318
 Total Nilai Ancaman  1.156
 Total Nilai Peluang dan Ancaman1.00 2.975
Tabel 12 Hasil Matrik Ecternal Factor Evaluation (EFE)

6. Tahap Pencocokan

a. Analisis Matrik IE

Matrik IE dilakukan dengan menyandingkan total nilai kekuatan dan kelemahan serta total nilai peluang dan ancaman ke dalam Matrik IE.

Tabel 13 Analisis Matrik IE

Analisis perhitungan total nilai kekuatan dan kelemahan yaitu 2,760 serta total nilai peluang dan ancaman yaitu 2, 975 maka Matrik IE ada pada sel V. Sel V berada di area Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara)

b. Kuadran Analisis SWOT

Penentuan kuadran analisis SWOT dilakukan dengan menentukan nilai faktor internal yaitu selisih kekuatan dan kelemahan serta nilai faktor eksternal yaitu selisih peluang dan ancaman.

Nilai Faktor internal           = 1,654 – 1,106

                                           = 0,548

Nilai faktor eksternal          = 1, 818 – 1, 156

                                           = 0.662 Setelah menentukan nilai faktor internal dan faktor eksternal maka dapat dilihat bahwa analisis SWOT berada di kuadran I yaitu Exspansion.

Tabel 14 Kuadran Anilisis SWOT

c. Matrik SWOT

Matriks SWOT diperoleh dengan memasangkan faktor-faktor eksternal dengan faktor-faktor internal. Dalam matriks SWOT diperlihatkan kesesuaian antara kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 15 Matrik SWOT

Berdasarkan hasil Kuadran Analisis SWOT SMA X menunjukkan posisinya berada pada kuadran I yaitu expansion mendukung strategi offensive. Selanjutnya perlu dirumuskan alternatif-alternatif strategi menggunakan matrik SWOT untuk mendukung keputusan dari hasil analisis kuadran SWOT. Perumusan strategi-strategi melalui matriks SWOT adalah sebagai berikut:

Faktor Internal              



Faktor Eksternal
STRENGTH (S)
– Pendaftar yang diterima dalam 5 tahun terakhir relatif stabil dengan perbandingan diatas 2:1
– Penjaminan mutu
– Sistem keuangan
– Kegiatan ekstrakurikuler  siswa
– Kesejahteraan pegawai
WEAKNESS (W)
– Pelaporan pelaksanaan kegiatan – Inventarisasi aset
– Pengembangan SDM
– Strategi pemasaran
– Sistem informasi manajemen
OPPORTUNITIES (O) Kurikulum “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh pemerintahPaguyuban alumni yang kuatMempunyai asosiasi sekolah yang anggotanya di seluruh IndonesiaLokasi sekolah yang strategisBerkembangnya teknologi telekonferensi– Meningkatkan jejaring dengan sekolah lain baik di dalam/luar negeri dan alumni dalam rangka peningkatan kompetensi siswa dengan menggunakan teknologi informasi (S4, O5, O3, O2)
– Merancang Penerimaan Siswa Baru (PSB) dengan 100% web based dengan membangun infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak (S1, S3, O5)
– Meningkatkan infrastruktur jaringan teknologi informasi untuk mempersiapkan ruang kelas yang mendukung teknologi pendidikan 4.0 serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada siswa (S1, S3, S4, O1, O5)
– Meningkatkan jejaring dengan alumni, Perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk pengembangan SDM melalui program seminar dan pelatihan secara daring (W3, O1, O2, O3. O5)
– Mempercepat proses integrasi sistem informasi manajemen tata kelola lembaga dengan menggunakan dukungan dari Alumni maupun Asosiasi (W5, O3)
– Memanfaatkan jaringan alumni dalam pendaftaran siswa baru di seluruh Indonesia (W4; O2)
THREATS (T) Semakin kecilnya toleransi umat beragama di masyarakatDibukanya sekolah baru setingkat SMA dengan model pembelajaran yang samaMunculnya sekolah-sekolah berasrama Perubahan lingkungan sosial di sekitar SMA XKebijakan zonasi oleh pemerintah untuk sekolah negeriMembangun asrama untuk menampung siswa dari luar kota (S1, S2, S3, T3, T4)– Membuat kurikulum pembinaan pegawai secara berjenjang (5 tahunan) (W1, W3, T2, T4)
– Membuat SOP Aset yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen (W2, W5, T2)
Tabel 16 Strategi Matrik SWOT

B. Tahapan Keputusan

1. Alternatif Strategi berdasarkan Hasil Matrik SWOT

SO– Meningkatkan jejaring dengan sekolah lain di dalam/luar negeri dan alumni dalam rangka peningkatan kompetensi siswa dengan menggunakan teknologi informasi.
– Merancang Penerimaan Siswa Baru (PSB) dengan 100% web based dengan membangun infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak.
– Meningkatkan infrastruktur jaringan teknologi informasi untuk mempersiapkan ruang kelas yang mendukung teknologi pendidikan 4.0 serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.
WO– Meningkatkan jejaring dengan alumni, Perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk pengembangan SDM melalui program seminar dan pelatihan secara daring.
– Mempercepat proses integrasi sistem informasi manajemen tata kelola lembaga dengan menggunakan dukungan dari Alumni maupun Asosiasi.
– Memanfaatkan jaringan alumni dalam pendaftaran siswa baru di seluruh Indonesia.
STMembangun asrama untuk menampung siswa dari luar kota.
WT– Membuat kurikulum pembinaan pegawai secara berjenjang (5 tahunan).
– Membuat SOP Aset yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen.
Tabel 17 Tahapan Keputusan

2. Tahap Keputusan berdasarkan Matrik IE

Dari perhitungan Matrik IFE diperoleh 2,760 dan EFE 2,925 maka sekolah X berada di kuadran Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara) dilakukan untuk sel III, V, dan  VII. Strategi umum yang dipakai adalah penetrasi pasar dan pengembangan  produk.

Hasil analisa Matrik IE, Kuadran SWOT dan matrik SWOT, maka sekolah X:

a. Masuk dalam sel V wilayah 1 area Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara). Strategi yang cocok adalah strategi intensive:

  1. Penetrasi pasar : a) meningkatkan infrastruktur jaringan teknologi informasi untuk mempersiapkan ruang kelas yang mendukung teknologi pendidikan 4.0 serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada siswa, b) merancang Penerimaan Siswa Baru (PSB) dengan 100% web based dengan membangun infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak.
  2. Pengembangan produk: a) meningkatkan jejaring dengan alumni, Perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk pengembangan SDM melalui program seminar dan pelatihan secara daring, b) membuat kurikulum pembinaan pegawai secara berjenjang (5 tahunan). c) memanfaatkan jaringan alumni dalam pendaftaran siswa baru di seluruh Indonesia.

b. Tahap Keputusan berdasarkan Kuadran Analisis SWOT.

Kuadran Analisis SWOT SMA X menunjukkan posisinya berada pada kuadran I Expansion sehingga diperlukan pemilihan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk melakukan ekspansi. Posisi tersebut mengarah pada strategi SO yaitu :

  1. Meningkatkan jejaring dengan sekolah di dalam/luar negeri dan alumni dalam rangka peningkatan kompetensi siswa dengan menggunakan teknologi informasi
  2. Merancang Penerimaan Siswa Baru (PSB) dengan 100% web based dengan membangun infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak.
  3. Meningkatkan infrastruktur jaringan teknologi informasi untuk mempersiapkan ruang kelas yang mendukung teknologi pendidikan 4.0 serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.

Demikian contoh penyusunan SWOT untuk sekolah, semoga bermanfaat.


Tinggalkan komentar